Jurnal Administrasi dan Sistem Informasi Kesehatan https://jurnal.stipaba.ac.id/index.php/jasikes <p>Jurnal Administrasi dan Sistem Informasi Kesehatan is an electronic journal published by STIKES Panca Bhakti Pontianak with ISSN XXXX-XXXX (print) and ISSN XXXX-XXXX (online). This journal used to present the development of science and technology, especially in health adminstration services. In addition, this journal serves as a medium for researchers to present scientific works in the form of research results and other scientific works.</p> STIKES Panca Bhakti Pontianak en-US Jurnal Administrasi dan Sistem Informasi Kesehatan PERBEDAAN PENGGUNAAN KB HORMONAL DAN NON HORMONAL DENGAN KENAIKAN TEKANAN DARAH DAN BERAT BADAN WANITA USIA SUBUR PADA KELOMPOK IBU PKK DI DESA TELUK KAPUAS TAHUN 2025 https://jurnal.stipaba.ac.id/index.php/jasikes/article/view/446 <div><span lang="EN-US">Penggunaan kontrasepsi merupakan upaya yang efektif dalam mengendalikan angka kehamilan, namun memiliki efek samping tertentu, khususnya terhadap tekanan darah dan berat badan. Kontrasepsi terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu hormonal dan non hormonal, yang masing-masing memiliki mekanisme kerja serta dampak fisiologis yang berbeda terhadap tubuh wanita. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbedaan penggunaan kontrasepsi KB hormonal dan non hormonal terhadap kenaikan tekanan darah dan berat badan wanita usia subur pada kelompok Ibu PKK di Desa Teluk Kapuas tahun 2025. Jenis penelitian kuantitatif menggunakan desain korelasi, dengan pendekatan cross sectional. Populasi berjumlah 37 responden yang dipilih dengan Teknik total sampling. Pengumpulan data secara observasi dengan analisis univariat dan bivariat (Analysis Of Variance). Hasil penelitian berdasarkan tekanan darah sistol pada pengguna KB hormonal, sebagian dari responden mengalami peningkatan yaitu 11 orang (55%) dan sangat sedikit dari responden yang tetap yaitu 3 orang (15%), non hormonal sebagian kecil dari responden mengalami penurunan dan tetap masing-masing 6 orang (35%) dan sebagian kecil juga mengalami peningkatan yaitu 5 orang (30%). Tekanan darah diastol pengguna KB hormonal sebagian besar responden mengalami peningkatan yaitu 14 orang (70%), non hormonal sebagian dari responden mengalami peningkatan yaitu 10 orang (59%). Berat badan pengguna KB hormonal hampir seluruh responden mengalami peningkatan yaitu 14 orang (70%), non hormonal sebagian dari responden mengalami peningkatan dan tetap masing masing yaitu 7 orang (41%). Kesimpulan terdapat perbedaan peningkatan antara pengguna KB hormonal dengan kenaikan tekanan darah sistol dan berat badan. Tidak terdapat peningkatan antara pengguna KB hormonal dan non hormonal dengan tekanan darah diastol.</span></div> Albert Tianto Nurul Arriza Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Sistem Informasi Kesehatan 2026-02-20 2026-02-20 3 1 12 21 Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional Di Indonesia (Universal Health Coverage) (Kajian Literature) https://jurnal.stipaba.ac.id/index.php/jasikes/article/view/440 <p>Sistem pembiayaan kesehatan dalam suatu negara merupakan salah satu pendukung tercapainya cakupan semesta <em>(Universal Coverage)</em> yang diharapkan. Hasil analisis artikel adalah terdapatnya individu yang tidak bergabung dalam program <em>National Health Insurance</em> karena merasa sulit dalam memenuhi prosedur pendaftaran serta tempat pendaftaran yang relatif jauh. Sementara dalam skema manfaat yang diterima, ditemukan pula fakta yang menyebutkan bahwa terkait dengan mutu layanan kesehatan. Ketidakpuasan responden akan pelayanan kesehatan yang diterima menyebabkan timbulnya persepsi buruk akan Jaminan Kesehatan Nasional sehingga responden enggan untuk mendaftarkan dirinya dalam program tersebut sehingga dibutuhkan. Optimalisasi program ini dapat menjadi peluang untuk terus meningkatkan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional terutama pada sector informal. Untuk terus meningkatkan dan mempertahankan kepesertaan, perlu adanya kebijakan pemerataan akses dan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan sebagai penyelenggara program Jaminan Kesehatan Nasional perlu memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat baik dari sisi sarana maupun prasarana. Upaya yang perlu dilakukan untuk meningkatkan dan mempertahankan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional adalah meningkatkan kualitas SDM. Perlunya meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia akan mendorong terciptanya Sumber Daya Manusia yang professional pada lembaga-lembaga yang bermitra dalam program Jaminan Kesehatan Nasional seperti rumah sakit dan puskesmas sehingga dapat memberikan layanan kesehatan terbaik bagi masyaraka. Upaya lain yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepesertaan adalah optimalisasi program <em>Cordination of Benefit</em> (CoB).</p> Margaretha Ita Ririn Cholisotul Muawanah Ridwan Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Sistem Informasi Kesehatan 2026-02-20 2026-02-20 3 1 1 4 HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEPATUHAN MENGKONSUMSI TABLET Fe TERHADAP KADAR Hb PADA IBU HAMIL DI POSYANDU NIRWANA DESA SUNGAI KAKAP https://jurnal.stipaba.ac.id/index.php/jasikes/article/view/445 <p><em>Anemia pada ibu hamil merupakan masalah kesehatan yang berdampak langsung pada kesehatan ibu dan janin. Salah satu upaya pencegahan anemia adalah pemberian tablet Fe, namun tingkat kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsinya masih rendah. Pengetahuan ibu hamil diduga berhubungan erat dengan tingkat kepatuhan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe terhadap kadar hemoglobin (Hb) pada ibu hamil di Desa Sungai Kakap, Dusun Merak, wilayah kerja Puskesmas Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian adalah ibu hamil yang memenuhi kriteria inklusi di Posyandu Nirwana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tentang tingkat pengetahuan dan kepatuhan konsumsi tablet Fe, kemudian dianalisis dengan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan kurang (68%) dan tidak patuh mengonsumsi tablet Fe (58%). Terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan mengonsumsi tablet Fe (p=0,000&lt;0,05), namun tidak terdapat hubungan antara kepatuhan mengonsumsi tablet Fe dengan kadar Hb (p=0,549). Diperlukan edukasi dan konseling gizi bagi ibu hamil untuk meningkatkan pengetahuan serta kepatuhan konsumsi tablet Fe secara teratur.</em></p> Petrus Budi Rharjo Ega Arcella Nadia Copyright (c) 2026 Jurnal Administrasi dan Sistem Informasi Kesehatan 2026-02-20 2026-02-20 3 1 5 11