PERBANDINGAN KADAR HEMOGLOBIN BAYI BARU LAHIR PADA PENUNDAAN PEMOTONGAN TALI PUSAT DI WILAYAH KERJA RSUD SULTAN SURIANSYAH BANJARMASIN TAHUN 2025
DOI:
https://doi.org/10.33486/jurnalkebidanan.v16i1.417Keywords:
Bayi baru lahir, Hemoglobin, Penundaan Pemotongan Tali PusatAbstract
Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2021 terdapat 269 juta anak (39,8%) mengalami anemia. Sedangkan di Indonesia, Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 melaporkan prevalensi anemia pada bayi mencapai 23,8%. Tingginya angka ini menjadikan anemia sebagai masalah kesehatan utama sehingga perlu adanya intervensi. WHO merekomendasikan menunda pemotongan tali pusat untuk optimalisasi transfer darah plasenta guna meningkatkan kadar hemoglobin bayi baru lahir. Namun, waktu optimal penundaan pemotongan tali pusat masih menjadi isu yang diperdebatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kadar hemoglobin bayi baru lahir pada penundaan pemotongan tali pusat > 2 menit dan > 4 menit di Wilayah Kerja RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Tahun 2025. Penelitian kuantitatif dengan desain Quasy Experimental, rancangan studi Posttest Only Control Group Design. Populasi terdiri dari 61 bayi baru lahir di VK Bersalin. Teknik pengambilan sampel purposive sampling dan didapatkan 30 sampel bayi baru lahir yang kemudian dibagi menjadi dua kelompok intervensi. Kadar hemoglobin bayi dicek pada usia > 24 jam menggunakan alat hematology analyzer stik dengan teknik heel prick. Rata-rata kadar hemoglobin bayi kelompok penundaan pemotongan tali pusat > 2 menit yaitu 17.84 dengan nilai minimum 14.80 dan maksimum 20.70, sedangkan rata-rata kadar hemoglobin bayi kelompok penundaan > 4 menit yaitu 19.05 dengan nilai minimum 15.70 dan maksimum 21.70. Uji Independent Sample t-test menunjukkan p = 0.075 (> 0,05) yang artinya tidak terdapat perbedaan kadar hemoglobin bayi baru lahir pada penundaan pemotongan tali pusat di Wilayah Kerja RSUD Sultan Suriansyah Banjarmasin Tahun 2025. Kesimpulan yang didapat tidak ditemukan perbedaan kadar hemoglobin bayi baru lahir pada penundaan pemotongan tali pusat > 2 menit dan > 4 menit, dimana kadar hemoglobin bayi pada kedua kelompok intervensi sama-sama memiliki kadar hemoglobin yang normal. Penolong persalinan disarankan mengimplementasikan praktik penundaan pemotongan tali pusat pada asuhan persalinan normal dan cukup bulan guna meningkatkan status kesehatan bayi baru lahir.
Downloads
Downloads
Published
Versions
- 2026-05-25 (3)
- 2026-05-25 (2)
- 2026-05-25 (1)















